Monday, November 22, 2010

Asma'ul Husna dan artinya

''Asmaa'ul husna'' adalah nama-nama Allah ta'ala yang indah dan baik.

Asma berarti nama dan husna berarti yang baik, atau yang indah. Jadi Asma'ul Husna adalah nama-nama milik Allah ta'ala yang baik lagi indah.

Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah menunjuk kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenar-benarnya.

Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya, akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik (atau diluar ketentuan syariat) dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta'ala.

Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT, yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad SAW.

Asmaa'ul husna secara harfiah ialah nama-nama, atau sebutan, atau gelar dari Allah, yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya.

Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu, merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Para ulama berpendapat bahwa kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain.

Dengan cara ini, umat Islam tidak akan mudah menulis seperti ''Allah adalah ...'', karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allah.

Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas.

Semua kata yang ditujukan pada [[Allah]] harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan kata-kata itu.

Allah tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu. Hal itu dijelaskan pada surat Al-Ikhlas berikut ini:

''"Katakanlah: "Dia-lah (Allah), Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia"''. '''(QS. Al-Ikhlas : 1-4)'''

Para ulama menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya.

Dengan demikian, Allah Yang Memiliki, Maha Tinggi, Maha Dekat, Maha Kuasa, dan juga Maha Pengasih, dan Maha Penyayang.

Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik.

Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang Asma'ul Husna, sebagaimana berikut ini:

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Illah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)."'
(Q.S. Thaa-Haa : 8)

''Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai asmaa'ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah di antara kedua itu"
(Q.S Al-Israa' : 110)

"Allah memiliki Asmaa' ul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu..."
(QS. Al-A'raaf : 180)


Berikut keterangan Asma'ul Husna dengan arti dan lafad Arabnya:

1). Ar Rahman
الرحمن
Yang Maha Pengasih/Pemurah
The All Beneficent


2). Ar Rahiim
الرحيم
Yang Maha Penyayang
The Most Merciful


3). Al Malik
الملك
Yang Maha Merajai/Memerintah
The King, The Sovereign


4). Al Quddus
القدوس
Yang Memiliki Mutlak sifat Suci
The Most Holy


5). As Salaam
ا
لسلامYang Maha Memberi Kesejahteraan
Peace and Blessing


6). Al Mu`min
ا
لمؤمنYang Maha Memberi Keamanan
The Guarantor


7). Al Muhaimin
المهيمنYang Maha Memelihara
The Guardian, the Preserver


8). Al `Aziiz
العزيز
Yang Maha Menguasai
The Almighty, the Self Sufficient


9). Al Jabbar
الجبار
Yang Maha Perkasa
The Powerful, the Irresistible


10). Al Mutakabbir
المتكبر
Yang Maha Besar
The Tremendous


11). Al Khaliq
الخالق
Yang Maha Pencipta
The Creator


12). Al Baari`
البارئ
Yang Maha Membentuk
The Maker


13). Al Mushawwir
المصور
Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
The Fashioner of Forms


14). Al Ghaffaar
الغفار
Yang Maha Pengampun
The Ever Forgiving


15). Al Qahhaar
القهار
Yang Maha Memaksa
The All Compelling Subduer


16). Al Wahhaab
الوهاب
Yang Maha Pemberi Karunia
The Bestower


17). Ar Razzaaq
الرزاق
Yang Maha Pemberi Rejeki
The Ever Providing


18). Al Fattaah
لفتاح
Yang Maha Pembuka Rahmat
The Opener, the Victory Giver


19). Al `Aliim
العليم
Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
The All Knowing, the Omniscient


20). Al Qaabidh
القابض
Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
The Restrainer, the Straightener


21). Al Baasith
الباسط
Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
The Expander, the Munificent


22). Al Khaafidh
الخافض
Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
The Abaser


23). Ar Raafi`
الرافع
Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
The Exalter


24). Al Mu`izz
المعز
Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
The Giver of Honor


25). Al Mudzil
المذل
Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
The Giver of Dishonor


26). Al Samii`
السميع
Yang Maha Mendengar
The All Hearing


27). Al Bashiir
البصير
Yang Maha Melihat
The All Seeing


28). Al Hakam
الحكم
Yang Maha Menetapkan
The Judge, the Arbitrator


29). Al `Adl
العدل
Yang Maha Adil
The Utterly Just


30). Al Lathiif
اللطيف
Yang Maha Lembut
The Subtly Kind


31). Al Khabiir
الخبير
Yang Maha Mengetahui Rahasia
The All Aware


32). Al Haliim
الحليم
Yang Maha Penyantun
The Forbearing, the Indulgent


33). Al `Azhiim
العظيم
Yang Maha Agung
The Magnificent, the Infinite


34). Al Ghafuur
الغفورYang Maha Pengampun
The All Forgiving


35). As Syakuur
الشكورYang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
The Grateful


36). Al `Aliy
العلىYang Maha Tinggi
The Sublimely Exalted


37). Al Kabiir
الكبيرYang Maha Besar
The Great


38). Al Hafizh
الحفيظYang Maha Menjaga
The Preserver


39). Al Muqiit
المقيتYang Maha Pemberi Kecukupan
The Nourisher


40). Al Hasiib
الحسيب
Yang Maha Membuat Perhitungan
The Reckoner


41). Al Jaliil
الجليل
Yang Maha Mulia
The Majestic


42). Al Kariim
لكريامYang Maha Pemurah
The Bountiful, the Generous


43). Ar Raqiib
الرقيب
Yang Maha Mengawasi
The Watchful


44). Al Mujiib
المجيب
Yang Maha Mengabulkan
The Responsive, the Answerer


45). Al Waasi`
الواسعYang Maha Luas
The Vast, the All Encompassing


46). Al Hakiim
الحكيم
Yang Maha Bijaksana
The Wise


47). Al Waduud
الودودYang Maha Pencinta
The Loving, the Kind One


48). Al Majiid
المجيد
Yang Maha Mulia
The All Glorious


49). Al Baa`its
الباعثYang Maha Membangkitkan
The Raiser of the Dead


50). As Syahiid
الشهيدYang Maha Menyaksikan
The Witness


51). Al Haqq
الحق
Yang Maha Benar
The Truth, the Real


52). Al Wakiil
الوكيلYang Maha Memelihara
The Trustee, the Dependable


53). Al Qawiyyu
القوى
Yang Maha Kuat
The Strong


54). Al Matiin
المتين
Yang Maha Kokoh
The Firm, the Steadfast


55). Al Waliyy
الول
Yang Maha Melindungi
The Protecting Friend, Patron, and Helper


56). Al Hamiid
الحميد
Yang Maha Terpuji
The All Praiseworthy


57). Al Muhshii
المحصى
Yang Maha Mengkalkulasi
The Accounter, the Numberer of All


58). Al Mubdi`
المبدئ
Yang Maha Memulai
The Producer, Originator, and Initiator of all


59). Al Mu`iid
المعيد
Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
The Reinstater Who Brings Back All


60). Al Muhyii
المحيى
Yang Maha Menghidupkan
The Giver of Life


61). Al Mumiitu
المميت
Yang Maha Mematikan
The Bringer of Death, the Destroyer


62). Al Hayyu
الحي
Yang Maha Hidup
The Ever Living


63). Al Qayyuum
القيوم
Yang Maha Mandiri
The Self Subsisting Sustainer of All


64). Al Waajid
الواجد
Yang Maha Penemu
The Perceiver, the Finder, the Unfailing


65). Al Maajid
الماجد
Yang Maha Mulia
The Illustrious, the Magnificent


66). Al Wahiid
الواحد
Yang Maha Tunggal
The One, The Unique, Manifestation of Unity


67). Al Ahad
الاحد
Yang Maha Esa
The One Only


68). As Shamad
الصمد
Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of All, the Everlasting


69). Al Qaadir
القادر
Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
The All Able


70). Al Muqtadir
المقتدر
Yang Maha Berkuasa
The All Determiner, the Dominant


71). Al Muqaddim
المقدم
Yang Maha Mendahulukan
The Expediter, He who brings forward


72). Al Mu`akkhir
المؤخر
Yang Maha Mengakhirkan
The Delayer, He who puts far away


73). Al Awwal
الأول
Yang Maha Awal
The First


74). Al Aakhir
الأخر
Yang Maha Akhir
The Last


75). Az Zhaahir
الظاهر
Yang Maha Nyata
The Manifest; the All Victorious


76). Al Baathin
الباطن
Yang Maha Ghaib
The Hidden; the All Encompassing


77). Al Waali
الوالي
Yang Maha Memerintah
The Patron


78). Al Muta`aalii
المتعالي
Yang Maha Tinggi
The Self Exalted


79). Al Barri
البر
Yang Maha Penderma
The Most Kind and Righteous


80). At Tawwaab
التواب
Yang Maha Penerima Tobat
The Ever Returning, Ever Relenting


81). Al Muntaqim
المنتقم
Yang Maha Penyiksa
The Avenger


82). Al Afuww
العفو
Yang Maha Pemaaf
The Pardoner, the Effacer of Sins


83). Ar Ra`uuf
الرؤوف
Yang Maha Pengasih
The Compassionate, the All Pitying


84). Malikul Mulk
مالك الملك
Penguasa Kerajaan (Semesta)
The Owner of All Sovereignty


85). Dzul Jalaali Wal Ikraam
ذو الجلال و الإكرام
Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
The Lord of Majesty and Generosity


86). Al Muqsith
المقسط
Yang Maha Adil
The Equitable, the Requiter


87). Al Jamii`
الجامع
Yang Maha Mengumpulkan
The Gatherer, the Unifier


88). Al Ghaniyy
الغنى
Yang Maha Berkecukupan
The All Rich, the Independent


89). Al Mughnii
المغنى
Yang Maha Memberi Kekayaan


90). Al Maani
المانع
Yang Mencegah


91). Ad Dhaar
الضار
Yang Maha Memberi Derita


92). An Nafii`
النافعYang Maha Memberi Manfaat


93). An Nuur
النور
Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)


94). Al Haadii
الهادئ
Yang Maha Pemberi Petunjuk


95). Al Baadii
البديع
Yang Maha Indah


96). Al Baaqii
الباقي
Yang Maha Kekal


97). Al Waarits
الوارث
Yang Maha Pewaris


98). Ar Rasyiid
الرشيد
Yang Maha Pandai
-The Guide to The Right Path


99). As Shabuur
الصبور
Yang Maha Sabar
The Patinet

Demikian 99 nama Allah SWT yang Maha Mulia.

Semoga para pembaca bisa memahami dan mencoba untuk meniru sifat-sifat Allah SWT diatas.

Bukanlah sesuatu yang sia-sia kalau Allah SWT mengabarkan sifat-sifatnya kepada kita manusia. Tujuannya adalah agar manusia sebagai mahluk yang paling sempurna, akan bisa meniru berbagai sifat Allah yang Maha Kuasa.

Meniru sifat ini jangan diartikan bahwa manusia mencoba untuk menjadi Tuhan. Akan tetapi, agar kita bisa "mendekati" Allah SWT sebagai pemilik berbagai sifat tersebut. Bukankah kita ingin dekat dengan Allah SWT?. Dan bukankah kita juga senang dengan orang atau kawan yang memiliki sifat dan kesenangan yang kurang lebih sama dengan kita?.

Sebagai contoh, jika kita senang Shalat, maka kita juga akan senang dengan orang yang suka Shalat. Dan kita akan menjauhi orang-orang yang tidak suka Shalat.

Begitu juga dengan Allah SWT. Allah SWT akan senang dan dekat dengan hambanya yang penyayang kepada sesama, karena Allah adalah Zat yang Maha Penyayang.

Dan sesungguhnya Rasulullah SAW adalah manusia yang sifatnya paling mendekati dengan sifat-sifat Allah SWT, itu sebabnya Rasulullah adalah manusia yang paling dekat dan paling disayang oleh Allah SWT dibandingkan dengan makhluk-nakhluknya yang lain. Itulah essensi dari "Makrifatulloh". Bukan bersatu dengan Allah SWT, karena makhluk tidak mungkin bersatu dengan penciptanya, akan tetapi makna sejati dari "Makrifatulloh" adalah mendekati sifat-sifat dari sang pencipta, sehingga sang pencipta mencintai dan dekat dengan mahluk yang mampu mendekati sifat-sifatnya dengan semaksimal mungkin.

Usahakanlah untuk memahami sifat-sifat Allah ini secara proporsional. Bukan sebatas hanya di wiridkan berpuluh, beratus dan beribu kali, akan tetapi terapkanlah sebagai pola fikir dan dalam perbuatan, sehingga kita akan menjadi manusia yang berakhlak baik, dan disayang oleh Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

Ir.H.Iman Rachman, MBA.

(Sumber Materi: AL-Qur'an, Hadis, Dari berbagai Sumber Buku, Internet, Makalah, dan Pendapat para Ulama).

Windows Live Messenger + Facebook

Followers